Riset: Pertumbuhan Windows Phone Paling Tinggi





Nokia Tampilan Windows Phone 8

Konsultan - Pangsa pasar Windows Phone memang masih kecil dibanding Android dan iOS. Namun, platform mobile yang dikembangkan oleh Microsoft tersebut diprediksi bakal meroket popularitasnya dalam empat tahun ke depan.

Lembaga riset IDC telah merilis hasil riset terbarunya untuk pasar smartphone dunia. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa platform Windows Phone akan memiliki pertumbuhan yang paling besar, sementara platform lain, Android dan iOS, pangsa pasarnya justru menurun.

"Tahun 2014 akan menjadi masa transisi, bukan hanya karena pangsa pasar yang mulai menurun, namun juga faktor pemicu masyarakat untuk mengadopsi smartphone juga berbeda," ujar Program Director IDC, Ryan Reit.

Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (26/2/2014), IDC meramalkan pangsa pasar global Windows Phone akan tumbuh dari 3,9 persen pada tahun ini menjadi 7 persen pada 2018 nanti.

Walau pertumbuhannya tidak banyak, namun pertumbuhan pangsa pasar Windows Phone tersebut lebih baik dibanding platform OS lain, seperti Android, iOS, dan BlackBerry.

Pangsa pasar smartphone dengan Android diprediksi IDC akan mengalami penurunan dari 78,9 persen tahun ini menjadi 76 persen pada 2018. Sementara, iOS besutan Apple yang tahun ini memiliki pangsa pasar 14,9 persen akan turun menjadi 14,4 persen di 2018.

BlackBerry yang sedang terseok-seok mengejar pesatnya pertumbuhan Android dan iOS akan tetap menjadi OS terbesar ke-empat di dunia. Pangsa pasarnya akan turun dari 1 persen tahun ini menjadi hanya 0,3 persen dalam empat tahun mendatang.

Menurut IDC, pertumbuhan Windows Phone dalam empat tahun ke depan didorong oleh usaha Microsoft yang merangkul lebih banyak vendor untuk membuat smartphone yang menjalankan OS Windows Phone.

Selain dukungan dari Nokia, perusahaan yang sedang dalam proses akuisisi Microsoft, vendor lain yang telah digandeng Microsoft untuk memproduksi Windows Phone, seperti telah diumumkan di ajang MWC 2014 adalah LG, Lenovo, dan Foxconn.

Selain itu, langkah Microsoft yang memberi kelonggaran kepada vendor dalam hal hardware yang digunakan juga akan memperbanyak varian Windows Phone yang beredar, termasuk smartphone murah yang ditujukan bagi pasar di negara-negara yang sedang berkembang.

"Hadirnya segmen pasar baru di negara berkembang juga akan merubah permainan," ujar Reit. "Smartphone premium tidak lagi menjadi faktor penentu di pasar negera berkembang tersebut," pungkasnya.